-->

3 Alasan Sepeda Motor Listrik Lebih Irit


23 April 2018


3 Alasan Sepeda Motor Listrik Lebih Irit

Jika berbicara mengenai sepeda motor listrik, salah satu daya tarik yang membuat konsumen beralih dari motor konvensional ke motor listrik adalah tak perlu lagi membeli bensin. Selain kenyataan bahwa bensin menimbulkan pencemaran lingkungan, harga bensin pun semakin mahal. Tak salah jika Anda sebagai konsumen yang jeli menatap masa depan dengan memilih motor listrik yang lebih ekonomis dari sisi operasional.

Bensin premium yang dulu mudah didapat dan murah—meski tak murah-murah amat, kini makin langka di pasaran. Tak jarang, konsumen yang datang ke SPBU tak menemukan bensin premium, dan terpaksa harus membeli bensin dengan nilai oktan yang lebih tinggi macam Pertalite atau Pertamax. Buat mereka yang ingin lebih efisien, tentu melirik sepeda motor listrik akan lebih menguntungkan. Pasalnya, motor listrik menggunakan baterai yang bisa diisi ulang sendiri di rumah, sehingga makin menekan biaya operasional sehari-hari.

Ingin tahu lebih lengkap aspek iritnya motor listrik Viar Q1? Yuk, cek satu per satu!

Irit Energi
Baterai yang menjadi satu-satunya sumber energi pada motor listrik tentu harus dihemat energinya agar pengguna motor listrik tak perlu terlalu sering mengisi ulang. Selain menghambat aktivitas, terlalu sering isi ulang juga akan memperpendek umur baterai. Untungnya, Viar Q1 memiliki e-Scooter driving system dari Bosch yang canggih. Sistem ini adalah perpaduan penggunaan e-Motor dan Electronic Control Unit dari Bosch yang membuat distribusi energi sangat efisien selama Anda berkendara.

Lewat sistem tersebut, efisiensi yang dicapai Viar Q1 mencapai 88%, sehingga baterai menjadi lebih tahan lama dan jarak tempuh motor listrik ini 10% lebih jauh dibanding motor listrik lain di kelasnya. Sistem ini juga mampu membuat torsi Viar Q1 10% lebih tinggi saat dibutuhkan. Misalnya saat menanjak, motor jadi lebih bertenaga daripada saat berkendara di jalanan mendatar.

Irit Biaya Operasional
Soal biaya operasional sehari-hari, tak perlu ditanya siapa yang lebih irit, Viar Q1 atau motor konvensional. Bahkan bukan cuma klaim sepihak dari Viar Motor, tapi juga Kementerian ESDM pun sudah pernah hitung-hitungan soal iritnya motor listrik. Dari kalkulasi yang dilakukan pihak Kementerian ESDM, penghematan bisa mencapai Rp 7.000 per 60 km jika dibandingkan dengan menggunakan bensin premium. Ini didasarkan pada perkiraan tarif listrik Indonesia yang membuat pemilik motor listrik hanya perlu membayar Rp 2.300 per 60 km. Jauh lebih murah dari bensin premium yang harus mengeluarkan uang Rp 10.000 per 60 km. Bahkan biaya akan lebih tinggi jika Anda menggunakan Pertamax!

Irit Biaya Perawatan
Berlanjut ke aspek perawatan rutin, Viar Q1 jelas lebih irit biaya perawatan karena tak perlu servis rutin setiap bulan. Anda tidak perlu ganti oli atau mengganti part mesin karena sama sekali tidak ada part mekanik di dalam e-motor. Part lain yang perlu diganti pun minim, yaitu cuma timing belt saja. Timing belt hanya perlu diganti setelah 15.000 kilometer, atau 1,5 tahun jika motor digunakan normal sehari-hari.

Baterai hanya perlu diganti setelah lebih dari 4 tahun dengan pemakaian normal. Bahkan jika waktunya ganti baterai namun Anda masih memiliki prioritas alokasi dana untuk hal lain, pembelian baterai bisa diundur lho! Ini karena baterai tidak langsung mati total setelah siklus isi ulang habis terpakai, tapi baterai tersebut hanya berkurang daya dan efektivitasnya. Misalnya jika biasanya saat isi ulang baterai bisa penuh seratus persen, kini menurun hanya 80 persen saja. Motor tetap bisa dipakai, hanya saja jarak tempuh jadi berkurang.

Nah, kalau sudah tahu betapa iritnya motor listrik Viar Q1, tak ada alasan untuk menunda membeli motor listrik Indonesia terdepan ini, bukan?

Share to :